Nama : Wahdini Fauzana
Kelas : 1EA25
NPM : 17212622
NO 2, 8.
2). Arthur is not in class today. Mike is not in class today
Ans : Neither arthur nor mike is not in class today.
8). Smallpox is a dangerous disease. Malaria is a dangerous disease
Ans : both smallpox and malaria are dangerous disease.
Jumat, 21 Juni 2013
Present Continuos Tense
Nama : Wahdini Fauzana
Kelas : 1EA25
NPM : 17212622
My brother and i are planning to go to the beach. Yeah, it's kinda hard for finding spare time together. Because, i am to busy working on my project for next summer, and he is keeping control of his mega project business with relatives from China. Hmm.. we are thinking that get some nerves off is kinda good for life. Running away from stress.
Kelas : 1EA25
NPM : 17212622
My brother and i are planning to go to the beach. Yeah, it's kinda hard for finding spare time together. Because, i am to busy working on my project for next summer, and he is keeping control of his mega project business with relatives from China. Hmm.. we are thinking that get some nerves off is kinda good for life. Running away from stress.
Direct and Indirect 1
Nama : Wahdini Fauzana
Kelas : 1EA25
NPM : 17212622
No 2, 8.
2). Sally said, ' i don't like chocolate now. '
Ans : She said that she didn't like chocolate then.
8). Sam said, ' i will cancel my dorm contract at the end of this semester. '
Ans : He said that he would cancel my dorm contract at the end of that semester.
Kelas : 1EA25
NPM : 17212622
No 2, 8.
2). Sally said, ' i don't like chocolate now. '
Ans : She said that she didn't like chocolate then.
8). Sam said, ' i will cancel my dorm contract at the end of this semester. '
Ans : He said that he would cancel my dorm contract at the end of that semester.
Jumat, 17 Mei 2013
Tulisan Direct speech/Quoted speech
Nama : Wahdini Fauzana
Kelas : 1EA25
NPM : 17212622
1.) "What are you doing ?" Jamie asked me what was i do.
2.) "Will you make dinner?" My brother asked me if I would make dinner.
Tugas Direct speech/Quoted speech
Nama : Wahdini Fauzana
Kelas : 1EA25
NPM : 17212622
Nomor : 2 dan 8
2.) " I stole the money, "the thief said that he had stolen the money.
8.) "Do you need any help?' Teacher asked me whether i needed any help.
Kelas : 1EA25
NPM : 17212622
Nomor : 2 dan 8
2.) " I stole the money, "the thief said that he had stolen the money.
8.) "Do you need any help?' Teacher asked me whether i needed any help.
Minggu, 20 Januari 2013
Suku Kalimantan : Dayak Meratus
SUKU DAYAK MERATUS
Suku Dayak Meratus atau Dayak Banjar adalah kumpulan sub-suku Dayak yang mendiami sepanjang kawasan pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan. Mereka sering
disebut Dayak Biaju atau Urang Bukit atau Suku Buket.
Sesuai habitat kediamannya
tersebut maka belakangan ini mereka lebih senang disebut Suku Dayak Meratus, daripada nama
sebelumnya Dayak Bukit yang
sudah terlanjur dimaknai sebagai orang
gunung.
Budaya Dayak Meratus
Suku ini dapat
digolongkan sebagai suku Dayak, karena mereka teguh memegang kepercayaan suku
mereka. Akan tetapi religi suku ini, agak berbeda dengan suku Dayak di Kalimantan Tengah, yang banyak
menekankan ritual upacara kematian. Suku Dayak Meratus lebih menekankan
upacara dalam kehidupan, seperti upacara pada proses penanaman padi atau
panen, sebagaimana halnya dengan suku Kanayat di Kalimantan Barat. Suku Dayak
Bukit juga tidak mengenal tradisi ngayau
yang ada zaman dahulu pada kebanyakan suku Dayak.
Upacara ritual suku Dayak Bukit,
misalnya "Aruh Bawanang" yang disebut juga Aruh Ganal. Tarian ritual misalnya tari Babangsai untuk
wanita dan tari Kanjar untuk pria. Suku Bukit tinggal dalam dalam rumah
besar yang dinamakan balai.
Balai
merupakan rumah adat untuk melaksanakan ritual pada religi suku mereka. Bentuk
balai, "memusat" karena di tengah-tengah merupakan tempat altar atau
panggung tempat meletakkan sesajen. Tiap balai dihuni
oleh beberapa kepala keluarga, dengan posisi hunian mengelilingi altar upacara. Tiap keluarga memiliki dapur sendiri yang dinamakan umbun.
Jadi bentuk balai ini, berbeda dengan rumah adat suku Dayak umumnya yang
berbentuk panjang (Rumah Panjang).
Sumber : Drs. Susanto -SM di PT.
PAMAPERSADA NUSANTARA-
Permainan Tradisional Kalimantan : Balogo
BALOGO
Balogo
merupakan salah satu nama jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan
Selatan. Permainan ini dilakukan oleh anak-anak sampai dengan remaja dan
umumnya hanya dimainkan kaum pria.
Nama
permainan balogo diambil dari kata logo, yaitu bermain dengan menggunakan alat
logo. Logo terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan ukuran garis tengah
sekitar 5-7 cm dan tebal antara 1-2 cm dan kebanyakan dibuat berlapis dua yang
direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Bentuk alat
logo ini bermacam-macam, ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku
(penyu), segitiga, bentuk layang-layang, daun dan bundar.
Dalam
permainnannya harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau
kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya dengan campa ,yakni
stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2 cm. Fungsi
panapak atau campa ini adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan
merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain.
Permainan
balogo ini bisa dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Jika dimainkan
secara beregu, maka jumlah pemain yang “naik” (yang melakukan permainan) harus
sama dengan jumlah pemain yang “pasang”
(pemain
yang logonya dipasang untuk dirobohkan) Jumlah pemain beregu minimal 2 orang
dan maksimal 5 orang. Dengan demikian jumlah logo yang dimainkan sebanyak
jumlah pemain yang disepakati dalam permainan.
Cara memasang logo ini adalah
didirikan berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Karenanya inti dari
permainan balogo ini adalah keterampilan memainkanlogo agar bisa merobohkan
logo lawan yang dipasang. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan,
mereka itulah pemenangnya.
Sebagai akhir permainan, pihak yang
menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau
jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan “janggut-janggut” secara
berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu, tetapi bisa
menerimanya sebagai sebuah kekalahan.
Mamang
dalam permainan balogo :
“santuk
kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “
Permainan balogo ini masih populer
dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. Sampai akhirnya dikalahkan
oleh permainan elektronik modern.
Sumber : http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/02/25/balogo/
Langganan:
Postingan (Atom)